At my office, friday break time is held at 11.30 am to 13.30 pm. For us girls that's a lot of time to be wasted for lunch only. So, some girls are spend it to go to mall, have a lunch a little far away, etc. But i like to have my friday break with my own way which is stay at my desk :D. Why? Because that time everyone isn't around so i can play songs loudly at my computer and, ehm, sing a long also loudly. Hehe.. I really love it.. A friend of mine at office once asked me: Don't you feel bored being the only one at office while other people are having fun with their free time? I just smiled from ear to ear and said: I'm having fun too, just so you know.. hehehehe..
Friday, June 24, 2011
Thursday, June 16, 2011
Maaf, numpang curhat..
Pengen nulis. Banget. Pengen cerita banyak. Pengen nge-post. Pengen ngisi tumblr. Pengen bikin cerpen, cerbung, atau novel sekalian. Tapi ntah kapan. Sekalinya ketemu weekend cucian numpuk, setrikaan menggunung, kamar kayak kapal pecah, buku banyak yang belum dibaca, tontonan bagus-bagus, belum lagi kalau harus menjalankan tugas sebagai pacar yang baik, kakak yang baik, adik yang baik, anak yang baik, teman yang baik, tante yang baik. Eh, gak kerasa udah hari senin lagi, batal deh menuangkan ide-ide yang udah numpuk di kepala. Kadang-kadang bisa nge-post kalau lagi di kantor, itu juga kalau kerjaan lagi gak numpuk di meja (which is jarang banget).
Yah sekedar brief news, saat ini Liga-liga Eropa libur :'(, kalau pulang kerja capek biasanya tetap excited karena midweek atau weekend ada pertandingan sepakbola. Sekarang kalau capek ya capek aja gak ada obatnya.. huhu.. Penawar lelah buat aku cuma ada 2: Sepakbola dan Anak Kecil. Tapi ketemu Ibas udah jarang. Kadang-kadang kalau lagi beruntung bisa ketemu anaknya temen2 kantor, tapi gak cukup :'( (maybe i need to have one :P).
Yang jelas aku baru menemukan lagi pelajaran hidup. Bahwa di dunia kerja sangat sulit mencari sahabat sejati. Batas antara kawan dan lawan remang-remang. Boleh berteman tapi jangan berharap mereka selalu ada, selalu mendukung, selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Kembali lah ke sahabat-sahabatmu di luar lingkungan kerja. Sahabat-sahabat yang sudah ada sejak lama. Yang ada di masa-masa paling sulit hidupmu dan tentu ada juga di saat-saat bahagiamu. Mereka itu sahabatmu, bukan orang-orang yang kamu temui setiap hari.
Orang-orang itu, yang 8 to 5 bersamamu, walaupun gak semuanya berniat jahat tapi lingkungan, situasi, dan kondisi yang membuat setiap individu harus berusaha sendiri menjaga dirinya baik-baik kalau mau survive di dunia kerja. Haha.. terdengar menakut-nakuti ya? Tapi itu terjadi, so hati-hati..
6 bulan yang lalu aku berpikir bahwa hubungan interpersonal itu bisa dipercaya. Tahap berkenalan-bertegur sapa-saling gali informasi-saling curhat-merasa dekat-saling dukung akhirnya akan lives happily ever after. Ternyata tidak, di dalamnya gak ada faith, gak ada believe, gak ada love. Butuh banyak hal disamping pertemuan setiap hari untuk membuat dua orang individu saling mengenal dan mempercayai.
Sekarang aku gak mau banyak berharap, aku akan nice sama semua orang. Aku akan bantu kalau mereka butuh pertolongan tapi aku gak mengharapkan persahabatan, itu too much to ask. Keluargaku dan teman-teman sejatiku, mereka lebih butuh perhatian dan kasih sayangku. :))
Saturday, June 11, 2011
What I've Learned From Life
Humans are not to be trusted. Gak peduli seberapa dekat kamu dengan mereka, seberapa lama kamu bersama mereka, seberapa baik mereka terlihat, seperti apapun penampilan mereka, entah berjilbab besar, preman, wajah polos, orang kaya, orang miskin, pendidikan tinggi, gak berpendidikan, atau apapun. I repeat: apapun. Never reveal yourself too much. Trust Allah SWT instead.
For You Guys!!
"Treat your girl right or other man will"
-Pevita Pearce on her Twitter (though i believe she doesn't invent it by herself)-
Friday, June 10, 2011
of kids, flowers, and durian
-of kids-
I lust over kids. Even more lately. Is this a sign or what?
I know several people have said that i can be a very good kindergarten teacher. But i didn't know that i could really in love with kids this much. I can fall in love with them even in my first meeting. Kids are too cute for word, too honest and pure. Everytime they see me through my eyes i feel like they are scanning my soul. They can see what inside us, inside heart.
Nah, coincidentally, i've met so many kids lately. All of them are my friend's children. And i love them all.
First, i'll introduce Nasywa, my boss' daughter. She is so smart, sweet, and mature. Such a lovely girl.

(i made her a picture of herself and she didn't bother bring it home with her because she said it's ugly and her mother wouldn't like it. *rolleyes)
Number two there is Alma. Mbak Dina's daughter. She is very very pretty, a kind of girl whose face won't make you get bored to stare at. And she is also very playful and smart. She would welcome a stranger very well. Poor Alma just got typhus at the day i took this picture.. :(

(she was eating, so her mouth full of rice :D)

(i gave Alma this pretty Snow White figure key chain, she adores Disney Princess just like me :))
Numero tres and cuatro are Pak Abdi's sons, Fachrie and Fayadh. God!! they are handsome, cute, and typical boys (you know mischievous etc). But i like them, really. I couldn't get a better picture of this two brothers, sorry :(.

(this one is Fachrie)

(and this one is Fayadh)

(cuteness overload)
At this rate i need to be careful if i'm going to meet another workplace friend's children or i can make a brigade full of boys and girl.
-flowers-
Other obsession is flower. I love staring at flowers for hours and still don't get why they can be such a very pretty creature. Even the fake ones could be so fascinating and mysterious. I've taken so many photos of flower with my shitty phone-cam at office, drugstore, roadside, home etc. And i'll share here. I'll let you guess which ones are fake and which ones are real.
Tuesday, May 24, 2011
a note to be noted
For those it may concern:
If you think that talking about me could make you better than me. You are wrong.
If you think you could judge me based on whatever you've heard from other people. You better check yourself.
If you think you are completely holy and never done anything wrong. You are making me laugh.
If you think i would crying in the corner, losing all my focus, and stop chasing my dream. You may kiss my ass.
You don't even know me and i don't know you either. Now i suggest you to get a life. And stop minding other people's business.
Sincerely,
Awesome me.
If you think that talking about me could make you better than me. You are wrong.
If you think you could judge me based on whatever you've heard from other people. You better check yourself.
If you think you are completely holy and never done anything wrong. You are making me laugh.
If you think i would crying in the corner, losing all my focus, and stop chasing my dream. You may kiss my ass.
You don't even know me and i don't know you either. Now i suggest you to get a life. And stop minding other people's business.
Sincerely,
Awesome me.
Wednesday, May 18, 2011
Decision
Bukan sesulit menentukan apakah harga ВВМ perlu dinaikkan atau memutuskan untuk membubarkan organisasi Islam tertentu ala pimpinan negara. Juga bukan sesulit Mourinho menentukan starting eleven dalam El Clasico ke-121341242353 musim ini disaat pemain banyak yang absen karena cedera atau akumulasi kartu.
But it was hard, I tell you. Menentukan mau melanjutkan kerja dimana di titik yang sangat krusial untuk masa depan benar2 menguras tenaga, pikiran, hati, dan ketegaran.
Try to stand in my shoes, katakanlah kamu a girl not yet a woman usia 22 tahun. Punya mimpi dan motivasi yang tinggiiiiii dalam hidup. Somehow stuck in a place yang punya irama kerja yang tergolong slow untuk dinamika hidupnya. Cukup diakui kemampuannya tapi kurang dihargai dalam arti yangg sebenarnya (a.k.a digaji bagai kuli). Pas diakhir kontrak datang tawaran lain yang benar2 menjanjikan, yang sesuai dengan karakternya, yang mau menghargai kemampuannya...
Well, sounds easy at the beginning, siapapun yg dengar gak perlu think twice dan pasti akan menyarankan untuk pindah ke perusahaan baru ini. Tapi ternyata urusannya lebih kompleks dari itu, aku dihadapkan dengan seribu faktor X di luar memilih salary yang tepat.
Tempat aku kerja saat ini gak buruk, in fact kami (can I say "kami" now?) bergerak di bidang pendidikan yang menurut aku sangat mulia objective nya. Secara organisasi kalau diibaratkan dengan manusia mungkin cocok disebut sedang dalam masa pertumbuhan. Kebijakan-kebijakan banyak yang belum fix dan tumpang tindih, sistem belum berjalan sepenuhnya. Tapi disisi lain banyak juga yang positif, cukup banyak orang-orang muda yang punya pemikiran ok dan masih punya semangat untuk membangun dan mengembangkan tempat ini. I believe soon this place will be outstanding.
Kalau secara pribadi aku cukup nyaman kerja di sini, mereka (pimpinan) gak buta dengan hasil kerja bawahan. Yang berprestasi bakal dapat compliment while yang nyeleneh juga dapat teguran. Banyak hal yang aku pelajari selama 6 bulan kerja di sini. As a fresh graduate they welcome me very well. Aku yang notabene nya tipe orang yang introvert dan sulit akrab dengan orang baru pada akhirnya bisa juga berbaur dengan mereka (with huge effort in my side :P). Tentang like and dislike sih gak perlu dibahas ya, soalnya itu gak bisa dihindari selama masih ada di kolong bumi. hehe
Fasilitas bisa dibilang lumayan, tempat bekerja nyaman, lokasi juga strategis walaupun agak jauh dari rumahku (emang ada tempat yang gk jauh dari rumahku?). Aku juga melihat prospek yang cukup baik untuk aku mengembangkan diri di bidang pendidikan.
But, seperti yang aku bilang mereka benar2 menggaji aku kayak kuli. Hello, aku susah-susah kuliah S1 sehingganya punya gelar S.I.Kom! Belum lagi dibalik gelar itu aku sisipkan gak cuma IPK yang di atas rata-rata tapi juga pengalaman organisasi yang cukup untuk masuk dunia kerja. Orang tuaku banting tulang, peras keringat buat bikin aku jadi seperti ini. Tapi sampai saat ini bahkan aku belum bisa kasih apa-apa untuk mereka. Aku benar-benar geleng kepala, miris setiap liat slip gaji. I don't mean to be arrogant, aku yg paling tau limit aku dan aku merasa pantas untuk di gaji lebih dari itu.
Then, kesempatan itu datang. Saat aku bener2 gerah tentang kepastian hidup aku dsini, aku taruh CV ditempat lain dan setelah lewat beberapa rangkaian tes mereka mw hire aku dgn paycheck awal (masa training) 2,5 kali lipat dr tempat yg lama.
Oke disini lah mulai masuk ke complexity nya. I have comitment, a big one, yg menahan aku untuk bekerja di tempat yang gak terlalu sulit secara time allocation atau beban kerja (won't tell much about this now). Tapi disisi lain aku tau aku bisa, kalau ada sesuatu yg bisa aku banggain dari diri aku itu adalah kemamauan untuk belajar, belajar, dan belajar. Jadi selama aku mau belajar, apapun bisa aku raih kan? Walaupun rumour has it that working di tempat yang baru ini bakal 2 kali lebih capek, lebih menantang, lebih sulit tapi aku yakin aku bisa. Honestly aku jg merasa tertantang.
I was really confused, aku dihadapkan sama dua pilihan yang bener-bener fifty fifty. Dua duanya punya plus and minus side yang sama. Orang-orang terdekat aku juga punya pendapat yang berbeda tentang ini, ada yang menyarankan ambil dengan alasan yang sudah jelas (gaji, karier, masa depan) ada juga yang pengen aku tetap di tempat lama (minoritas sih hehe). Bener-bener gak bikin aku bulat mau ambil keputusan apa.
Finally, sampai di titik aku perlu mendalami diri aku sendiri, apa sebenarnya yang aku mau? Mau konsen ke karier dengan segala macam kesibukannya, barter semua waktu, tenaga, pikiran yang aku punya dengan uang. Atau aku mau fokus ke hal lain yang juga penting dalam hidup yaitu berkeluarga, membangun rumah tangga, punya anak, membesarkan mereka dengan baik sambil tetap bekerja di tempat yang tentunya bisa mentolerir itu semua?
Ok, akhirnya aku punya rencana yang lebih baik: BARGAIN. Aku akan pilih tempat yang lama asal mereka bisa lebih menghargai aku dan kemampuan aku. Gak perlu digaji setinggi ditempat baru kok, asal bisa diterima sama akal manusia aja. Rise my paychech or I go, bukan ancaman, lebih kayak permohonan malah. Singkat cerita mereka approve permohonan aku, mereka terima standard gaji yang aku inginkan dengan syarat beban kerja aku ditambah (??).
Hari ini aku datangi perusahaan yang baru itu, aku berterima kasih, pamit baik-baik dan minta maaf karena gak bisa menandatangani kontrak. Untungnya mereka mau mengerti dan menghargai keputusan aku. This is the power of communication!! Here i am now, kembali ke meja kantor ini yang selama 6 bulan menemani. Aku berusaha mengikhlaskan apapun yang telah aku lepaskan. Kalau rezeki gak akan lari kemana kan? :)
Tapi dari ini semua aku dapat banyak pelajaran hidup. Aku bangga karena aku stay true sama prinsip aku untuk menghargai diri sendiri dan yakin sama kemampuanku. Dengan itu aku berhasil membuat orang lain value high diri aku seperti aku melihat diri sendiri. Selain itu aku punya shout out untuk karyawan-karyawan di mana pun saat ini. Kalau kalian merasa punya segala faktor untuk digaji layak, performance kalian baik, latar belakang pendidikan sesuai, load kerja besar, jangan takut-takut untuk speak up harapan kalian. Kita berhak dan layak, maka jangan takut. Cuma satu syaratnya: Bertanggung jawab dengan permintaan kita itu. Lakukan kewajiban dengan baik.
Gajiku tetap gak segede karyawan bank :), tapi hatiku nyaman dan semua pihak senang. Win win solution!! I can continue what I had planned and even have a better plan for the upcoming year.
:))
Subscribe to:
Posts (Atom)









