This photo was taken at my friend's wedding reception. 06.01.2012.
Sunday, February 19, 2012
It's raining and it's Sunday..
I should have feel comfortable inside my warm bedroom, chilling, drinking hot chocolate and munching cookies. But I am not. I feel so tired and my mind is anywhere but here. I remember of how annoying yesterday was. I'm fed up with that place and the people in it. How can i let my self trapped so long there? I have no idea. I don't want to becoming one of them, for the God sake, hell no. Tonight I must go to Palembang to finish some stuff. Going there is the last thing i want do when I actually have something more important to care about. Especially with all those mess related to this trip. I'm all like ~meh. But a duty is a duty. In the name of professionalism, just consider it's done.
I have plan about these whole situation, about my future, and all i need is a little courage. Yes, a courage to take the risks and all consequences from my choice. I have three months left. I still am going to do my best, like I always do. But I won't care anymore, if they don't want to show any responsibility as they must have shown, then let it be. I will only care about my main job and stop trying so hard to "build" this place. Enough is enough.
Everything just went wrong and all i have been doing (other than doing my main job) is connecting person with person, person with their responsibility, person with their duties. WTF? Let's stop talking about this or i don't know if i could managed to stop rant.
Well, i probably will have a Bappenas TPA test by the next Sunday. I need the minimum score 550. wish me luck. I guarantee that this week will be the busiest week ever. I need to stay healthy both physically and mentally which means i have to stay away from trouble for a moment. To be specific, I will protect my self from any contact with that certain immature yet irrational woman. She seemed like quiet now, but who knows what a person with the potential to harm people could do. Wish me another luck.
Ok, i have to pack my bag.
See ya peeps, enjoy your beautiful Sunday (because i don't have one)! :)
I have plan about these whole situation, about my future, and all i need is a little courage. Yes, a courage to take the risks and all consequences from my choice. I have three months left. I still am going to do my best, like I always do. But I won't care anymore, if they don't want to show any responsibility as they must have shown, then let it be. I will only care about my main job and stop trying so hard to "build" this place. Enough is enough.
Everything just went wrong and all i have been doing (other than doing my main job) is connecting person with person, person with their responsibility, person with their duties. WTF? Let's stop talking about this or i don't know if i could managed to stop rant.
Well, i probably will have a Bappenas TPA test by the next Sunday. I need the minimum score 550. wish me luck. I guarantee that this week will be the busiest week ever. I need to stay healthy both physically and mentally which means i have to stay away from trouble for a moment. To be specific, I will protect my self from any contact with that certain immature yet irrational woman. She seemed like quiet now, but who knows what a person with the potential to harm people could do. Wish me another luck.
Ok, i have to pack my bag.
See ya peeps, enjoy your beautiful Sunday (because i don't have one)! :)
Wednesday, February 15, 2012
Saya harus nulis, saya ingin nulis, sekarang juga.
Entah kenapa akhir-akhir ini hidup saya kurang menarik. Terasa itu-itu saja yang dilakukan, bosan dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Tapi sebenarnya bukan itu yang terjadi, bukan karena kesibukan dan rutinitas. Yang terjadi adalah saya mulai kurang memaknai setiap detail dalam hari-hari saya. Setelah saya baca lagi berulang-ulang tulisan-tulisan lama saya di blog ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Dulu pun saya biasa-biasa saja, jadi mahasiswa juga bukan mahasiswa yang ekstra sibuk dengan kegiatan seabreg. Bahkan bisa dibilang sekarang lebih banyak hal baru yang saya alami di tempat kerja, hasil interaksi dengan orang-orang di sekitar, atau kejadian-kejadian tidak biasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya seumur hidup saya. Bedanya saya mulai berpikir terlalu berat, semakin kehilangan rasa "kanak-kanak". Do you see what i mean? Kalau kita selalu punya rasa "kanak-kanak" maka memakan satu cup es krim hari ini akan terasa sangat spesial, setiap pencapaian sekecil apapun will made your day.
Banyak hal yang sudah saya lakukan, banyak hal-hal kecil yang accomplished tapi tidak lagi saya syukuri sebagai sesuatu yang penting bagi saya unlike 1 or 2 years ago. Saya ingin kembali, kembali menjadi orang yang bisa membahagiakan diri saya sendiri. Yang tersenyum di depan kaca sambil bicara sendiri setiap pagi, yang menjadi sangat gembira memulai aktifitas karena semangkuk oatmeal dengan topping "baru", yang menggambar apapun yang saya lihat walaupun hasilnya aneh dan menggelikan, yang berteriak-teriak kegirangan karena berhasil mem-valid-kan EPSBED, yang sangat senang bisa makan pizza bersama kakak, yang kegirangan saat bangun pagi hari dan melihat Barca kehilangan poin lagi di Liga, yang senyum-senyum dengan perut penuh kupu-kupu saat membaca pesan singkat "selamat pagi" atau "jangan lupa makan siang dan shalat".
Kejadiannya masih ada, sama, setiap harinya. Tapi cara saya memaknainya yang berbeda dan membuat itu semua tak lagi spesial. Saya hanya perlu mengembalikan cara pandang saya tentang hidup, maka saya akan kembali berbahagia.
Maka berbahagialah, Eci. Matahari pukul 08.00 itu masih ada. :))
Mari mulai menulis (kejadian-kejadian kurang penting) lagii... :D
Banyak hal yang sudah saya lakukan, banyak hal-hal kecil yang accomplished tapi tidak lagi saya syukuri sebagai sesuatu yang penting bagi saya unlike 1 or 2 years ago. Saya ingin kembali, kembali menjadi orang yang bisa membahagiakan diri saya sendiri. Yang tersenyum di depan kaca sambil bicara sendiri setiap pagi, yang menjadi sangat gembira memulai aktifitas karena semangkuk oatmeal dengan topping "baru", yang menggambar apapun yang saya lihat walaupun hasilnya aneh dan menggelikan, yang berteriak-teriak kegirangan karena berhasil mem-valid-kan EPSBED, yang sangat senang bisa makan pizza bersama kakak, yang kegirangan saat bangun pagi hari dan melihat Barca kehilangan poin lagi di Liga, yang senyum-senyum dengan perut penuh kupu-kupu saat membaca pesan singkat "selamat pagi" atau "jangan lupa makan siang dan shalat".
Kejadiannya masih ada, sama, setiap harinya. Tapi cara saya memaknainya yang berbeda dan membuat itu semua tak lagi spesial. Saya hanya perlu mengembalikan cara pandang saya tentang hidup, maka saya akan kembali berbahagia.
Maka berbahagialah, Eci. Matahari pukul 08.00 itu masih ada. :))
Mari mulai menulis (kejadian-kejadian kurang penting) lagii... :D
Monday, December 12, 2011
This is a Baby Post!!
Temanku pernah protes, katanya kalau buat tulisan ga pake Bahasa Inggris "so not you". Hehe.. Tapi biar deh sekali-sekali boleh lah ya. Akhir-akhir ini perasaan sedang campur aduk. Stress, banyak pikiran, was-was, menyebabkan malas makan, malas kerja, malas belajar, malas merawat diri, malas olah raga, malas baca. Tapi disaat yang bersamaan merasa bahagia, nyaman, lebih sabar, dan belajar melihat kehidupan dari sisi yang berbeda. Kalau kata Nasywa "Aneh looh, Tante ini!".
Pengen banget bisa cerita semuanya dengan blak-blakan, karena kalau tahu alasan dibalik keanehan ini pasti kalian gak akan merasa ini aneh, wajar malah. Wajar sekali. Duh, bikin bingung ya? Intinya, cerita yang sedang Eci alami ini sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan terjadi pada Eci. Jangankan membayangkan terjadi pada Eci, membayangkan terjadi pada orang-orang yang Eci kenal pun tidak. Ceritanya dramatis seperti di film, kisahnya dilematis seperti di lirik lagu. Bahkan mengancam kelangsungan hidup. Literally, um, or not. Well, mari bicarakan hal yang lain.
Hari ini akhirnya bisa libur, setelah nonton El Clasico (ehm) lanjut nyuci dan langsung siap-siap untuk lihat bayi nya Fina. Dijempur Riska, Gilang, dan 'Abi' nya Riska, kami berangkat ke Ambarawa, Pringsewu sekitar jam 10.30 WIB. Sudah hampir 6 bulan gak ketemu Fina, lihat dia dengan perut besarnya saja belum pernah. Huh sahabat macam apa saya ini.
Sedikit cerita tentang Fina: Fina Februaningrum, one of Eci's best friend. And i mean BEST. Orangnya cerdas, tapi sederhana. Asalnya dari desa, tapi pemikirannya sudah sangat maju dan tetap diiringi dengan segala batasan-batasan budayanya (maklum orang Jawa tulen). Apa pun yang Eci ceritakan, Fina pasti paham. Gak perlu berulang kali menjelaskan, malah terkadang cukup dengan tatapan mata saja sudah muncul saling pengertian diantara kami berdua. Dipertemukan di bangku kuliah, sudah 5 tahun kami menjadi teman baik. Seperti semua persahabatan diantara wanita, ada juga saat-saat sensitif, berantem, iri-irian, saling mendiamkan, baikan lagi. Tapi segalanya jadi lebih mudah karena Fina gak egois, selalu tahu kapan harus minta maaf dan kapan harus memaafkan.
Kalau dipikir-pikir lagi malah seringnya Eci yang nge-bully Fina :P. Eci kan dulu moody, perfeksionis, gak mau kalah jadi banyaknya Fina yang ngalah. Maafin Eci ya Fie. hehe.. Tapi Fina orangnya suka ragu, nah disitulah Eci berperan untuk Fina. Eci sering kasih saran-saran kalau Fina lagi butuh pertimbangan logis. Fina memutuskan untuk menikah di usia 23 tahun. Tepat 3 bulan setelah hari wisuda kami. Suaminya, Mas Satrio, harusnya banyak-banyak berterima kasih sama Eci (:P) karena dulu Eci yang encourage Fina untuk tinggalin mantannya yang madesu itu dan meyakinkan dia untuk membuka diri sama Mas Iyo (begitu panggilannyah). Hahaha.. Ya intinya mereka memang jodoh deh.
Nah, kemarin tanggal 10 Desember 2011, jam 20.00 WIB, saat gerhana bulan (penting ya disebut?), telah lahir putra pertama mereka. Tadi kami ke sana untuk jenguk ibu dan bayinya. Alhamdulillah keduanya sehat wal afiat. Aku terharu banget waktu gendong bayinya. What an amazing creature human is! Sahabatku Fina sudah diberi kepercayaan untuk membesarkan seorang putra. We really are growing old. Dari sama-sama MaBa innocent, kuliah, berorganisasi, lulus bareng, kerja, sampai akhirnya Fina menikah dan punya anak. Congratulation, my beloved Fina. Eci akan selalu mendoakan Fina dan insyaallah akan ada untuk Fina maupun keponakanku saat dibutuhkan. Walaupun Fina memilih untuk menjadi full time wife and mother (which is a very noble choice), Eci harap Fina gak berhenti bermimpi dan berusaha menggapai mimpi-mimpi Fina. Dan yang paling penting jangan pernah berhenti belajar. I love you, Sister.


Sunday, December 4, 2011
The December 4th Post
My father threw a joke this morning. I was getting ready for work in this bright sunny sunday morning (yup, i'm working at Sunday, again). I was so late and all i did was walking back and forth from my room to my sister's then kitchen to living room etc. He then told me, "Where are you going? Thought you're getting married today, no?". I chuckled and answered, "Meet me at the reception hall today, Pa".
Don't worry, i'm fine. More than everyone could dare to expect. But most importantly, i'm fine because Papa is alright. I worried about him more than i did about Mama or my sisters.
Anyway, have a great Sunday, peeps! December 4th, 2011 only happens once. :)

Don't worry, i'm fine. More than everyone could dare to expect. But most importantly, i'm fine because Papa is alright. I worried about him more than i did about Mama or my sisters.
Anyway, have a great Sunday, peeps! December 4th, 2011 only happens once. :)

Thursday, December 1, 2011
DECEMBER

There were hopes and dreams. There were also moments when i didn't want it to come. There were anxiety towards it. And finally it hugging me, now. I can't resist. It's inevitable. What more i can say? Because the truth is i'm waiting for it. I'm curious of what will it bring to me.
Welcome, December.
Welcome, December.
Wednesday, November 30, 2011
What Life Taught Me
We should accept people the way they are, their present, and what they are aspire for their future. That includes accepting and forgiving their past and believe that there were always reasons in every mistakes and bad behavior at their past. People need chance to prove that they are willing to move forward and being a better person. All we have to do is sacrifice a little. Just a little, which is to have the ability to appreciate their big effort and accept them with open hands and big heart.
Subscribe to:
Posts (Atom)